Digital Marketing

Paling Susah Cari Talent Digital Marketing Berkualitas

TOPCAREER.ID – Salah satu tantangan utama perusahaan teknologi di Asia Tenggara yang menjadi perhatian, yakni sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Posisi digital marketing menempati presentase tertinggi dari posisi lainnya yang paling susah menemukan kandidat berkualitas, tentunya dengan beragam alasan.

Dalam rilis EcommerceIQ, perusahaan brand market riset di Asia Tenggara, digital maketingmenempati posisi paling tinggi dengan persentase 25,8 persen, diikuti posisi senior management 16,1 persen, dan bidang tech, seperti posisi engineer dan developer, 16,1 persen.

“Ya, tentu saja ada tantangan talent di Asia Tenggara. Alasannya adalah tidak adanya lembaga pendidikan tingkat global yang menghasilkan lulusan berkualitas. Fokus pada lokalisasi daripada globalisasi dan limited exposure,” Reliv Pharma, perusahaan farmasi di Vietnam.

Dari wawancara yang dilakukan EcommerceIQ terhadap perusahaan tech di Asia Tenggara, 80 persen responden percaya bahwa ada tantangan talent berkualitas atau talent challenge yang harus mereka hadapi.

Jika Reliv Pharma menyebut tak adanya lembaga pendidikan tingkat global sebagai alasan, Cresco Data, perusahaan yang berbasis di Singapura mengaku kurangnya kualitas soft skilldalam bisnis teknologi yang membuat perusahaan sulit mencari talent berkualitas sesuai keinginan.

“Hal ini termasuk cara memecahkan masalah, kreativitas, self-starter (proaktif), kemauan untuk mengambil inisiatif dan masalah rasa memiliki,” Cresco Data, Singapura.

Lantaran sejumlah perusahaan teknologi terpusat secara regional, sehingga membuat para kandidat ini memiliki mentalitas “kutu loncat” atau job hopping dalam bekerja. Itu berarti para talenta muda ini tidak tinggal di satu kantor dalam waktu yang lama untuk belajar keterampilan dasar secara kritis.

Sementara, 20 persen responden lain mengaku tidak yakin tantangan terkait talentberkualitas merupakan sumbernya, dan percaya bahwa persoalan ini punya alasan lain. Ada yang menyebut, proses rekrutmenlah yang membuat kandidat bertalenta tak banyak didapat oleh perekrut.

“Tidak juga, banyak kandidat hebat di luar sana. Masalahnya, terkadang proses rekrutmen dan pertanyaan wawancara terdengar konyol dan itu menghilangkan kandidat bertalenta dari perekrut,” Facebook Indonesia.

Tapi, kebanyakan feedback yang diterima EcommerceIQ menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan itu menghadapi masalah yang sama, seperti kandidat yang job hopping, kurangnya pemikiran strategis dan rasa kepemilikan terhadap perusahaan

Share :

0 Comments Leave a comment