Digital Marketing

Kalahkan Pesaing Lewat Digital Marketing yang Sedang Booming

Di tengah maraknya penggunaan media sosial saat ini, strategi pemasaran yang dilakukan secara digital untuk mengalahkan pesaing di pasar pun ikut mengalami perubahan. Pergeseran dalam dunia digital marketing ini berjalan seiring dengan platform iklan di perangkat mobile yang dijamin akan menunjukkan pertumbuhan yang semakin signifikan.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Managing Director Adobe untuk Asia Tenggara, VR Srivatsan, mengatakan bahwa perangkat elektronik yang baru memiliki berbagai aspek yang jauh lebih unggul dan mudah diadopsi oleh massa sehingga orang-orang dinilai akan menghabiskan lebih banyak waktu di ponsel mereka untuk berselancar di internet.

Tetapi menurut survei tahunan yang dilakukan ke berbagai perusahaan, hanya 36% responden yang menerapkan user experience program yang baik, padahal mereka harusnya sadar akan pentingnya user experience. Tentunya hanya perusahaan yang bergerak lebih dulu dalam mengaplikasikan digital marketing yang sedang trending yang akan berada satu langkah di depan pesaing mereka.

Lalu, seperti apa kira-kira jenis digital marketing yang diprediksi akan semakin populer? Ini dia pilihan digital marketing yang sedang booming yang bisa diterapkan untuk mengalahkan para pesaing

Instagram Stories sebagai wadah interaksi dengan konsumen

Menurut Mark Zuckerberg, jumlah pengguna harian aktif Instagram Stories saat ini mencapai lebih dari 400 juta orang. Berarti 60% pengguna Instagram aktif memakai Instagram Stories setiap harinya. Hal ini mengindikasikan bahwa fitur ini bisa jadi senjata efektif untuk bisnis, sekalipun pesan Instagram Stories akan hilang dalam waktu tertentu.

Mengapa? Karena fitur ini dapat mengajak followers berinteraksi lewat polling dan mampu menambahkan tautan ke website produk atau ke artikel tertentu sehingga membuat mereka merasa dekat. Tonjolkan ciri khas produk lewat ide Instagram Stories yang orisinal, atraktif, beda dari yang lain, tapi mudah dicerna.

Selain itu, bila produsen rajin mengunggah konten Instagram Stories dalam jumlah banyak setiap hari (eksis di timeline followers), konsumen akan lebih dalam mengenal produk itu dan lama-kelamaan merek tersebut akan melekat di benak mereka. Manfaatkan pinned post untuk Instagram Stories yang ingin dilihat lebih banyak followers dalam jangka waktu lebih lama.

 

Video marketing yang semakin merebut hati konsumen

Berdasarkan penelitian The Wall Street Journey, video marketing menjadi media paling diminati netizen saat ini dan jadi salah satu media paling efektif sebagai strategi komunikasi suatu merek. Penggunaannya mampu memberikan klik sebesar 300% pada iklan digital suatu merek, bahkan diperkirakan akan terus bertumbuh 10% setiap tahunnya hingga tahun 2020.

Hal itu sudah bisa diprediksi karena konsumen tentu akan lebih mudah menangkap pesan suatu produk bila disampaikan lewat video. Apalagi video iklan saat ini mengedepankan sisi emotional touch dan dikemas secara kreatif dalam berbagai bentuk. Jadi wajar kalau sekitar 64% konsumen memutuskan untuk membeli setelah melihat video promosi suatu produk.

Sejalan dengan semakin populernya video, saat ini media sosial terus mengembangkan fitur video, khususnya live video. Live video bisa jadi salah satu opsi terhubung langsung dengan konsumen secara eksklusif, seperti untuk peluncuran produk baru. Libatkan mereka untuk berinteraksi dengan sesi tanya jawab. Pahami perilaku mereka dan cari tahu seperti apa video iklan idaman mereka.

 

Duet maut artificial intelligence dan database ciptakan gudang insight

Saat ini, artificial intelligence dan database konsumen bisa dibilang menjadi ujung tombak iklan yang akan dipasarkan secara digital. Sejumlah perusahaan besar pun sudah berlomba-lomba meningkatkan investasi di ranah teknologi yang memanfaatkan data seperti artificial intelligence. Apalagi pengumpulan data konsumen sekarang menjadi lebih mudah.

Teknologi saat ini memaksa konsumen secara tidak langsung untuk menyumbangkan data dari berbagai kanal, seperti sosial media yang terhubung dengan aplikasi lain untuk proses verfikasi. Disinilah peran artificial intelligence menjadi kunci untuk mengolah informasi yang berlimpah tersebut menjadi insight yang berguna untuk proses digital marketing.

Artificial intelligence dapat meneliti kebiasaan dan kesukaan konsumen dari data yang terkumpul sehingga menghasilkan algoritma yang dapat menciptakan konten yang tepat sasaran dan memberikan kesan lebih personal. Hal ini juga menyebabkan data-data itu bisa menjadi inspirasi untuk membuat kampanye pemasaran yang akan dieksekusi selanjutnya.

 

Percakapan interface siap jadi solusi komunikasi dengan konsumen 

Di zaman serba digital dan konsumen dapat online kapan saja, tentunya memiliki asisten virtual untuk mendukung customer service sudah jadi sebuah keharusan. Ketika konsumen butuh akses instan terhadap informasi produk atau ingin menyampaikan komplain, chatbot bisa mengakomodasi hal itu. Chatbot bahkan bisa menangani transaksi yang cukup kompleks

Konsumen menyukai percakapan interface seperti ini karena mereka pastinya ingin panduan bertransaksi yang lebih mudah dipahami sekaligus bersifat menghibur. Chatbot membuat interaksi ke konsumen terasa lebih dekat sehingga kepercayaan terhadap merek meningkat. Imbasnya, konsumen akan setia pada merek itu, bahkan merekomendasikannya ke orang lain.

Penelitian mengatakan keberadaan chatbot bisa meningkatkan engagement dan persentase jumlah orang yang membuka informasi suatu kampanye promosi sampai 80%. Bot yang baik harus minim bug, bisa bekerja di berbagai perangkat, dan memberi bantuan atau rekomendasi yang relevan bagi pengguna. Buat respon bot sealami mungkin sehingga pengguna merasa seperti sedang bicara dengan manusia asli.

 

Voice search yang mulai dilirik oleh konsumen

Google menyebutkan bahwa 20% pencarian di perangkat mobile menggunakan penelusuran suara, dimana 41 persen orang dewasa dan 55 persen remaja adalah penggunanya. Sejak fitur voice search dalam bahasa Indonesia dikenalkan tahun 2015, pertumbuhan pengguna voice assistant virtual di Indonesia menjadi lebih tinggi 50% di atas angka pertumbuhan global.

Saat ini konsumen mulai terbiasa dengan interface yang tidak memerlukan pengetikan kata kunci. Dengan perintah suara, interaksi dengan mesin jadi lebih natural seperti percakapan biasa dan membuat proses pencarian lebih cepat. Sebagai perbandingan, dalam semenit orang bisa bicara hingga 150 kata, tapi hanya mampu mengetik 40 kata. Fitur ini juga memudahkan akses saat konsumen sedang mengemudi atau sedang melakukan banyak hal bersamaan.

Tren baru ini menyebabkan produsen harus siap membuat konten yang mampu menangkap jenis penelusuran semacam ini dengan susunan kata yang alami dan terasa seperti bahasa obrolan. Manfaatkan long-tail keyword, kata kunci yang berisi hingga empat kata dan membentuk frase tentang topik yang dimaksud. Ini akan memudahkan mesin pencari untuk menyesuaikan konteks yang tertera pada artikel dengan yang dikatakan pengguna.

 

Augmented Reality menjelma sebagai terobosan kece zaman now

Perangkat seluler sudah semakin canggih dan aplikasi jejaring sosial pun mulai terintegrasi dengan augmented reality (AR) sehingga produsen dapat membuat konten AR bersponsor yang hanya bisa diakses di suatu lokasi pada saat itu saja. Ini bisa jadi salah satu cara untuk memberikan user experience yang menyenangkan. 

Dibandingkan virtual reality (VR), AR cenderung lebih cepat diadopsi. karena akses AR lebih mudah. AR tidak memerlukan headset seperti VR. Penggunaan AR juga memberi cara yang unik dan engaging bagi produsen dalam menjangkau target karena lebih cepat, mudah, dan interaktif. Memasukkan teknologi ini ke dalam platform akan membuat interaksi dengan konsumen berjalan dengan optimal.

Di bawah ini adalah contoh merek yang memanfaatkan AR dengan baik. AR bukan jadi sekedar gimmick pemanis merek saja, melainkan sengaja dirancang untuk mempersingkat proses pengambilan keputusan dan membantu calon pembeli menentukan pilihan yang sesuai. Konsumen bisa tahu lebih dulu apakah ukuran suatu produk pas atau tidak sebelum membelinya, jadi tidak perlu lagi khawatir salah ukuran dan harus mengembalikannya.

 

Dekat dengan konsumen setiap saat lewat peluncuran aplikasi

Menjamurnya smartphone secara global membuat perkembangan aplikasi terjadi begitu pesat. Bahkan apps bisa dibilang jadi salah satu tools yang sukses di dunia digital. Berdasarkan customer statistic of mobile apps in the global market, Apple Apps Store memiliki lebih dari 2 juta aplikasi di dalamnya sedangkan Google Play Store memiliki lebih dari 2,2 juta aplikasi. 

Sementara itu menurut penelitian di University of Alabama, saat ini rata-rata pengguna mobile apps memiliki kebiasaan menggunakan aplikasi lebih dari 30 jam dalam seminggu, dimana 46% diantaranya adalah aplikasi berbayar. Hal tersebut secara tidak langsung membawa mobile apps sebagai salah satu tools paling menguntungkan bagi sebuah merek.

 

Micro-moment yang merupakan kesempatan menghipnotis konsumen

Micro-moment adalah momen dimana konsumen secara refleks beralih ke smartphone untuk mencari tahu informasi terkait barang yang akan dibeli sehingga dalam waktu singkat dapat memengaruhi mereka dalam mengambil keputusan. Setiap hari konsumen menemui sekitar 150 jenis micro-moment seperti purchase moment, research moment, dan discovery moment.

Google mengatakan 82% pemilik smartphone memakai perangkat mereka saat perlu rekomendasi ketika berbelanja. Hasilnya, 1 dari 10 pengguna akhirnya membeli produk yang berbeda dari rencana awal mereka. Manfaatkan micro-moment untuk menampilkan penilaian yang positif terhadap merek dan meningkatkan performa pemasaran pada mesin pencari.

Buat konsumen dalam sekejap berubah pikiran. Arahkan mereka memilih merek yang ditawarkan dengan didukung tawaran menarik dan proses transaksi yang lancar. Posisikan diri sebagai konsumen sebelum melancarkan strategi pemasaran. Bangun interaksi yang singkat, jelas, dan bermanfaat saat konsumen sedang melakukan pencarian informasi.

Share :

0 Comments Leave a comment